Minggu, 06 November 2011

Pembelajaran Aktif (active learning) card sort


1.     Model  Pembelajaran
1.    Pengertian Model pembelajaran
          Menurut Joyce dalam Trianto (2009: 22) model pembelajaran adalah ”suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain.”
          Menurut Soekamto dalam Trianto (2007: 5) model pembelajaran adalah ”kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.”
          Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dimiliki oleh strategi, metode atau prosedur. ciri-ciri tersebut adalah:
a.    Rasional teoretik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya;
b.   Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan belajar yang akan dicapai);
c.    Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil ; dan
d.   Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai (Kardi dan Nur dalam Trianto, 2009: 17).

          Selain ciri-ciri di atas menurut Nieveen dalam Trianto (2007: 8) suatu model pembelajaran dikatakan baik jika memenuhi tiga kriteria yaitu valid (didasarkan pada rasional dan adanya konsistensi internal), praktis (kesesuaian pendapat ahli dengan kenyataan), dan efektif (peryataan efektif dari ahli dan secara operasional memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan). Model pembelajaran adalah suatu rancangan yang disusun secara sistematis sebagai pedoman guru dalam pembelajaran di kelas sehingga dapat memberikan hasil sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2.    Pembelajaran Aktif (active learning) card sort
1.    Pengertian Pembelajaran aktif (active learning)
          Pembelajaran aktif adalah belajar yang meliputi berbagai cara untuk membuat siswa aktif sejak awal melalui aktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkat membuat mereka berpikir tentang materi pelajaran (Silberman, 2007: 1). Pembelajaran aktif (active learning) merupakan salah satu tipe dari pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa dalam melakukan sesuatu dan berfikir tentang apa yang mereka lakukan (Suyatno, 2009: 107).
          Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh siswa, disini siswa dituntut untuk mengunakan otak dalam berfikir sehingga semua siswa dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. Active learning  mulai digunakan dalam dunia pendidikan diawali oleh seorang filosofi Cina yang bernama Confucius yang menyatakan:  
                           “ Apa yang saya dengar, saya lupa”
 “Apa yang saya lihat, saya ingat”
 “Apa yang saya lakukan saya paham”
   (Silbermen, 2007: 1)

          Tiga peryataan diatas menjadi dasar dari munculnya belajar aktif, kemudian menurut Silbermen (2007: 2) belajar aktif itu memuat hal-hal berikut :
          “Apa yang saya dengar, saya lupa”
          “Apa yang saya dengar dan lihat, saya ingat sedikit”
“Apa yang saya dengar, lihat dan tanyakan dengan beberapa teman, saya mulai paham”
“Apa yang saya dengar, lihat, diskusikan, dan lakukan, saya  memperoleh pengetahuan dan keterampilan”
          “Apa yang saya ajarkan pada orang lain, saya menguasainya”
          Pernyataan di atas menyatakan dalam pembelajaran aktif siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru tetapi siswa melihat, mendengar, bertanya dengan guru atau teman, berdiskusi dengan teman, melakukan, dan mengajarkan pada siswa lainnya sehingga mereka menguasai materi pembelajaran. Di dalam pembelajaran aktif siswa mendapatkan tantangan-tantangan yang mengharuskan kerja keras karena harus lebih aktif dan mandiri untuk mengugkapakn, menjelaskan, dan bertanya tentang materi pelajaran yang diajarkan.
          Menurut John Holt dalam Silberman (2007: 5) belajar semakin baik jika siswa diminta untuk melakukan hal-hal berikut:
a.    Mengungkapkan informasi dengan bahasa mereka sendiri
b.    Memberikan contoh-contoh
c.    Mengenalnya dalam berbagai samaran dan kondisi
d.   Melihat hubungan antara satu fakta atau gagasan dengan yang lain
e.    Menggunakannya dengan berbagai cara
f.     Memperkirakannya berapa konsekuensinya
g.    Mengungkapkan lawan atau kebalikannya 

          Pembelajaran aktif  yang dimaksud adalah langkah-langkah atau rencana yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif dalam setiap pembelajaran dengan menggunakan otak/pikiran, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, memecahkan persoalan atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam suatu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata. Adapun langkah-langkah pembelajaran aktif adalah sebagai berikut:
Tabel 1.
Langkah-langkah Pembelajaran Aktif

Fase
Tingkah Laku Guru
Fase-1
Menyampaikan tujuan dan motivasi siswa
Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa.
Fase-2
Menyajikan informasi
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
Fase-3
Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
Fase-4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Guru membibing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
Fase-5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
Fase-6
Memberikan penghargaan
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.
Sumber: Ibrahim dalam Trianto (2009: 66)



2.    Card sort
          Card sort adalah suatu strategi dari pembelajaran aktif (active learning) yang berarti memilah dan memilih kartu/menyortir kartu, card sort merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek, atau mengulangi informasi. Card sort lebih mengutamakan gerakan fisik yang dapat membantu untuk memberi energi kepada kelas yang telah letih/kurang bersemangat (Silberman, 2007: 157) .
          Card sort mengunakan kartu  yang berisi kategori-kategori dapat berupa informasi, konsep, fakta tentang suatu objek, dan contoh-contoh sesuai dengan materi yang akan diajarkan dimana  ukuran  kartu tidak ditentukan, dalam penelitian ini peneliti menggunakan kartu dengan ukuran ± 6 x 9 cm karena untuk memudahkan dalam pengocokan dan kertas yang berwarna agar menarik minat siswa.
       Di dalam mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal pada sub materi sistem peredaran darah manusia, card sort merupakan salah satu model pembelajaran yang didasarkan pada kebutuhan siswa sesuai dengan tingkat kemampuan intelektual siswa.
       Beberapan hal yang harus diperhatikan dalam menyusun kartu antara lain :
a.       Pada kedua sisi kartu
1)      Sisi pertama terdiri atas gambar yang berkaitan dengan materi dan gambar bersifat realistis dan animasi.
2)      Sisi lainnya terdiri atas kategori yang berhubungan dengan gambar pada sisi pertama dan setiap kartu yang berisi kategori sama memiliki warna yang sama.
3)      Sifat gambar yang digunakan adalah bersifat sematis berfungsi agar kartu lebih menarik.
b.      Kumpulan pertanyaan tentang sistem peredaran darah manusia yang harus dijawab yang digunakan sebagai pengukur daya serap siswa dengan menggunakan kartu kategori.
Ada beberapa tahapan operasional penggunaan card sort antara lain:
1)   Sebelum kartu kategori dibagikan kepada siswa, guru perlu memberikan :
a)      Apresiasi dan motivasi
b)      Penjelasan singkat materi dan kegiatan belajar
c)      Penjelasan skor nilai individu dan kelompok
d)     Mengocok kartu kategori dan membagikan ke seluruh siswa
2)   Bila kartu kategori sudah dibagikan :
a)         Untuk siswa
(1)   Mintalah siswa untuk berusaha mencari temannya di ruang kelas dan menemukan orang yang memiliki kartu dengan kategori sama (warna sama).
(2)   Siswa dengan kartu kategori sama membentuk satu tim dan belajar bersama menggunakan kartu kategori tersebut. Sesuai petunjuk (lampiran C. 5)
(3)   Tim yang masih memiliki kartu kategori yang belum terselesaikan sesuai batas waktu yang ditentukan maka akan dikurangi nilainya.
(4)   Setiap tim mempresentasikan sesuai kategori.
(5)   Setiap tim menjawab soal yang telah tersedia pada lembar petunjuk penggunaan card sort.
b)        Untuk guru
(1)   Jika ada siswa yang mengalami kesulitan, guru hendaknya memberikan bimbingan dan pengarahan.
(2)   Guru membantu keadaan kelas saat proses pembelajaran berlangsung.
(3)   Kira-kira 10 menit sebelum istirahat guru dan siswa membahas materi pada pertemuan hari ini.
(4)   Guru memberi penghargaan pada siswa yang memperoleh nilai tertinggi sebagai penghargaan tim.

3 komentar:

  1. trima kasih, moga Allah SWT memberkan pahala atas kebaikan anda,

    BalasHapus
  2. mau nanya om,,, dimana ada dijual referensi tentang pembelajaran card sort? cari2 di gramed tapi belum dapat

    BalasHapus